Pengobatan utama pada hidrosefalus adalah melalui operasi. Namun terapi obat pada hidrosefalus dapat juga dilakukan pada beberapa kondisi.

Lebih lanjut pemakaian terapi medikamentosa (obat-obatan) ditujukan untuk membatasi evolusi hidrosefalus melalui upaya mengurangi sekresi cairan dari pleksus khoroid atau upaya meningkatkan penyerapannya. “Pada dasarnya obat-obatan yang diberikan adalah duretika (obat yang membuang cairan dalam tubuh) seperti asetazolamid dan furosemid,” jelas Dr. Heri Aminuddin SpBS(K), dari Bunda Neuro Center, Jakarta.

Cara ini hanya efektif pada hidrosefalus tipe non obstruktif di mana terjadi sekresi CSS atau hambatan absorpsi CSS seperti pada kasus-kasus oklusi sinus, meningitis, atau perdarahan intraventrikuler pada neonatal.

Pemberian terapi diuretik dapat diberikan pada bayi prematur dengan perdarahan pada CSS (selama tidak terjadi hydrocephalus aktif) sambil menunggu apakah terjadi absorpsi CSS secara ordinary kembali. “Yang perlu menjadi catatan adalah, cara ini hanya digunakan sebagai terapi tambahan saja bukan sebagai terapi definitif hidrosefalus,” jelas Dr. Heri Aminuddin.

Terapi Obat pada Hidrosefalus

Terapi diuretik yang diberikan adalah:

  1. Acetazolamide. Acetazolamide bekerja dengan cara merintangi enzim karboanhidrase di tubuli proksimal ginjal, sehingga disamping karbonat, juga Na dan K diekskresikan lebih banyak, bersamaan dengan air. Acetazolamide memiliki fungsi diuretik yang lemah. Efek samping dari obat ini biasanya menimbulkan kebas pada jari tangan dan kaki karena hipokalemia (kadar ion kalium yang rendah di darah). Bahkan, beberapa orang dapat mengalami pandangan yang kabur, tapi biasanya masalah ini akan hilang ketika Anda menghentian penggunaan obat. Acetazolamide juga meningkatkan resiko batu ginjal kalsium oksalat dan kalsium fosfat. Untuk mengurangi dehidrasi dan sakit kepala dianjurkan untuk minum banyak cairan. Obat ini akan menimbulkan kontradiksi bagi mereka yang mempunyai sakit ginjal, hati, diabetes, masalah dengan kelenjar adrenal, cell anemia, alergi terhadap sulfa dan CA inhibitor serta ibu hamil.
  2. Furosemide. Diuretik ini mengurangi air yang direabsorbsi kembali ke darah berakibat pada penurunan quantity darah. Loop diuretik juga menyebabkan vasodilatasi vena pembuluh darah ginjal sehingga menurunkan tekanan darah.

Tim bunda neuro center, terdiri dari dokter-dokter bedah saraf yang memiliki kompetensi tinggi dalam menangani masalah otak dan tulang belakang termasuk diantaranya hidrosefalus. Silahkan datang ke klinik kami yang berlokasi di Lantai 5 RSU, Bunda Jakarta.

Post Comment