Saat ini obat-obatan anti epilepsi (OAE), sudah dapat mengontrol kejang pasien-pasien dengan epilepsi pada umumnya. Namun pada sebagian pasien, obat-obatan OAE tidak efektif atau tidak dapat diberikan, terutama yang tidak bisa dikendalikan kejangnya.

Dokter Spesialis Bedah Syaraf Brain and Spine Bunda Neuro Center, Dr. Ibnu Benhadi, mengatakan, pada sekitar 30 persen pasien yang tidak mempan lagi diberi obat tersebut, bedah epilepsi yang saat ini tengah dikembangkan RSU Bunda Jakarta melalui “Bunda Neuro Center” bisa menjadi pilihan. Dijelaskan Ibnu, bedah epilepsi merupakan tindak pembedahan pada otak untuk mengontrol bangkitan kejang dengan tujuan utama meningkatkan kualitas hidup pasien.

Kapan Pembedahan Dilakukan

“Pembedahan epilepsi hanya dapat dilakukan jika area otak fokus kejang telah diidentifikasi dengan jelas, atau jika area yang akan diangkat tidak memiliki fungsi penting seperti fungsi bahasa, sensorik dan motorik,” jelasnya.

Di Bunda Neuro Center Jakarta, layanan epilepsi ditangani secara terpadu oleh tim psikolog dan psikiater, dokter spesialis saraf, spesialis bedah saraf, dan layanan fisioterapi. Tim tersebut juga didukung oleh peralatan diagnostik canggih untuk membantu proses diagnosis, memonitor gangguan neurologis, serta mengatasi gangguan pada saraf otak dan tulang belakang. Dengan kelengkapan teknologi yang baik karena memiliki MRI dan MRA, CT-scan, C-arm, Transcranial Doppler (TCD), Electroencephalogram (EEG), Carotic Ultrasound, dan Brain Angiography. “Tentunya akan mendukung kompetensi yang dimiliki dokter secara lebih baik,” ujar Dr. Irawati Hawari SpS.

Post Comment