Saat osteoporosis atau yang dikenal masyarakat sebagai keropos tulang terjadi, akan membuat tulang kita mengalami kelemahan atau dengan kata lain meningkatkan risiko terjadinya patah atau pecah, termasuk didalamnya osteoporosis yang terjadi pada tulang belakang sebagai penyangga tubuh manusia.

Tulang yang patah dalam dunia kedokteran juga disebut sebagai vertebral compression fractures, kondisi ini selanjutnya menyebabkan rasa sakit pada punggung yang mengakibatkan penderitanya sulit berdiri, berjalan, duduk atau mengangkat suatu benda hingga terjadinya skoliosis tulang belakang.

Gejala Osteoporosis

Kebanyak orang, dengan fraktur atau patah tulang belakang akan muncul gejala nyeri pada bagian punggung, namun sebagian lagi gejala tersebut juga tidak muncul. Sehinga sulit bagi dokter untuk mendiagnosis kemungkinan terjadinya patah tulang dalam tahap awal. Namun dari beberapa kepustakaan yang ada menunjukan gejala fraktur tulang belakang yang akan muncul dari waktu-kewaktu diantaranya;

  • Nyeri punggung yang menyiksa.
  • Nyeri akan bertambah berat ketika Anda berjalan atau berdiri.
  • Kesulitan gerak bagian tubuh tertentu, seperti memutar atau berbalik arah.
  • Tinggi badan yang mengalami penurunan.
  • Perubahan dari kurva tulang belakang.

Fraktur pada tulang belakang bagian bawah atau pinggang sering kali diikuti dengan rasa sakit dan kesulitan mengerakkan anggota badan dibandingkan anggota tubuh bagian atas. Tidak menutup kemungkinan pada kondisi seperti ini fraktur yang terjadi pada tulang belakang lebih dari satu bagian.

Banyak pakar berpendapat, wanita lebih rentan mengalami terjadinya osteoporosis terlebih pada usia diatas 50 tahun. Bahkan diperkirakan wanita usia diatas 80 tahun sebanyak 40% diantaranya mengalami fraktur pada tulang belakang.

Dengan kata lain usia sangat berperan pada terjadinya fraktur tulang belakang. Semakin tua usia kita, tulang kita akan semakin tipis, mudah patah. Pria dan wanita dengan osteoporosis akan lebih tinggi mengalami fraktur tulang belakang.

Terapi Osteoporosis Tulang Belakang

Untuk mengetahui seseorang mengalami patah tulang belakang, selain pemeriksaan fisik yang dilakukan seorang dokter. Dokter umumn ya akan melakukan beberapa pemeriksaan radiologi diantaranya X-ray, dapat juga dilakukan pemeriksaan computerized tomography (CT) scan. Ini dilakukan untuk melihat kondisi tulang belakang secara lebih dekat. Saat fraktur tulang belakang di temukan dari pemeriksaan radiologi, dokter spesialis bedah saraf akan membantu Anda menemukan terapi yang tepat.

Pada tahap awal, dokter akan memberikan obat-obatan yang bertujuan menghilangkan rasa sakit, tidak menutup kemungkinan dokter menyarankan Anda melakukan beberapa latihan gerakan tubuh. Terapi fisik umumnya di lakukan bersama seorang fisioterapis di rumah sakit atau klinik. Semantara pada beberaa kasus fraktur tulang belakang, dokter mungkin akan menganjurkan Anda menggunakan korset khusus atau bahkan terapi operasi baik konvensional maupun minimally invasive spine surgery.