Kabar baik mengenai osteoporosis atau keropos tulang yang pertama adalah kondisi ini dapat dicegah dan juga diobati jika sudah terjadi. Sayangnya pengetahuan masyarakt tentang keropos tulang masih sangat minimal sehingga osteoporosis yang seharusnya dapat dicegah dan diobati malah mengakibatkan terjadinya perburukan penyakit, kecacatan hingga kematian yang disebabkan oleh kondisi ini, terutama pada wanita dengan usia diatas 50 tahun.

Osteoporosis sesungguhnya tidak menyebabkan terjadinya nyeri punggung. Namun keropos tulang yang terjadi di bagian tulang belakang selanjutnya mengakibatkan kekuatan tulang menurun, adanya stress dan juga trauma ringan pada bagian punggung selanjutnya menyebabkan terjadinya fraktur tulang belakang. Dalam kenyataannya fraktur merupakan salah satu tanda khas dari keropos tulang, yang selanjutnya bias sangat menyakitkan penderitanya hingga mengakibatkan kecacatan.

Dari beberapa kepusatakaan yang ada, pengeroposan tulang terjadi pada sekitar 8 juta wanita dan 2 juta pria di Amerika Serikat. Dengan kejadian osteopenia pada sekitar 34 juta penduduk Amerika, yang tentunya meningkatkan terjadinya prevalensi keropos tulang di negara tersebut. Jumlah ini selanjutnya menyumbang terjadinya fraktur kompresi pada sekitar 700.000 orang.

Risiko Osteoporosis

Risiko terjadinya keropos tulang terus meningkat pada pupulasi usia lanjut atau mereka dengan umur diatas 50 tahun. Dari sekian banyak fraktur tulang belakang bagian bawah, 24% diantaranya terjadi pada Wanita usia diatas 50 tahun.

Badan kesehatan dunia (WHO) menjelaskan bahwa osteoporosis merupakan gangguan skeletal yang ditandai dengan adanya massa tulang yang rendah (kepadatan tulang menurun) yang menyebabkan kerentanan terjadinya fraktur. Kondisi ini dibagi menjadi 2 tipe yaitu; Osteoporosis tipe 1 (setelah menopause) dan osteoporosis tipe 2 (terjadi setelah usia 70 tahun).

Perlu diketahui sebanyak 20% wanita dan 40% pria dengan keropos tulang disebabkan oleh masalah sekunder, seperti diantaranya hipertiroidisme dan limfoma. Oleh sebab itu penting bagi tenaga medis mengetahui riwayat kesehatan pasien, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang lain untuk menetukan penyebab terjadinya pengeroposan tulang.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai osteoporosis dan terapinya, Anda dapat menghubungi Brain and Spine Bunda Neuro Center. Anda dapat juga berkonsultasi dengan dokter-dokter kami yang sudah berpengalaman mengatasi pengeroposan tulang pada banyak pasien dari seluruh wilayah Indonesia.