Endoskopi PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Disectomy) merupakan teknik bedah minimal invasive terbaru untuk mengatasi nyeri akibat kompresi bantalan tulang pada saraf-saraf tulang belakang, yang dikenal masyarakat sebagai Herniated Nucleous Pulpose – HNP/ saraf terjepit. Teknik ini pertama kali dilakukan di Jerman sekitar tahun 1987 untuk mengatasi penonjolan diskus (bantalan sendi ruas-ruas tulang belakang).

Dari sekian banyak teknik yang digunakan untuk mengatasi kelainan tulang belakang, seperti operasi terbuka/ laminektomi, Endoskopi PELD menawarkan kenyamanan yang luar biasa, terlebih bagi pasien yang takut akan prosedur operasi. Metode ini bahkan disebut stitch less surgery karena tidak memerlukan jahitan setelah prosedur dilakukan.

Rasa nyeri, kesemutan, baal atau lumpuh, merupakan gejala yang sering muncul pada pasien HNP, jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien.

Kelebihan Teknik PELD

  1. Waktu Operasi Singkat, yakni hanya sekitar 30-60 menit.
  2. Prosedur Endoskopi PELD cukup dengan lokal anastesi.
  3. Teknik Endoskopi PELD hanya menyisakan luka sayatan kecil, sehingga tidak merusak struktur anatomi jaringan otot, ligament, tendon, tulang, dan bantalan tulang.
  4. Perdarahan minimal meski memasukan cannula, melalui lubang alami tubuh di sekitar tulang sakral, sayatan pada kulit yang dibutuhkan hanya berdiamater 7 mm. Berbeda dengan teknik operasi konvensional.
  5. Tidak menyebabkan kerusakan otot. Seperti diketahui, otot berperan penting pada struktur penyangga pinggang dan tulang belakang, untuk keseimbangan. Jika otot mengalami kerusakan, dapat mengakibatkan ketidakstabilan struktur penyangga tubuh.
  6. Tidak memotong tulang, maupun ligamen.
  7. Risiko kelumpuhan dan cidera jaringan paska operasi minimal. Karena alat ini dilengkapi kamera yang mampu menunjukkan secara tepat posisi saraf yang akan dibebaskan.
  8. Cepat pulih. Endoskopi PELD hanya memerlukan perawatan 1 malam. Pasien keesokan harinya dapat pulang dan beraktivitas normal.
  9. Resiko kambuh kembali lebih kecil. Dengan metode endoskopi PELD, stabilitas struktur jaringan di pinggang dan tulang belakang tidak diganggu. Kambuh kembali umumnya terjadi akibat instabilitas struktur penyangga tubuh paska dilakukan operasi konvensional.
  10. Tidak menyebabkan perlengketan. Perlengketan terjadi jika terdapat pendarahan yang diakibatkan pemotongan/ sayatan jaringan. Ini sering terjadi pada prosedur operasi konvensional. Dengan teknik endoskopi PELD, perlengketan dapat diminimalisir.
  11. Minimal komplikasi. Dengan teknik endoskopi PELD infeksi, rasa nyeri paska operasi dapat dihindari.

Indikasi Endoskopi PELD

Percutaneous endoscopic lumbar disectomy diindikasikakn pada pasien yang mengalami penjepitan saraf akibat penonjolan bantalan tulang (discus), penebalan facet, atau penebalan ligamentum flavum, disekitar tulang belakang.

Pasien dengan masalah kesehatan lain seperti, penyakit jantung, diabetes melitus, atau yang sedang mengkonsumsi obat-obatan pengencer darah, dianjurkan mengkonsultasikan kepada dokter.

Persiapan Endoskopi PELD

1. Pasien disarankan berpuasa minimal 6 jam sebelum tindakan oleh dokter.
2. Mandi dengan tujuan membersihkan seluruh area tubuh.
3. Menghentikan konsumsi obat pengencer darah minimal 5 hari sebelum tindakan.
4. Beritahukan pada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit atau alergi obat tertentu.

Post Comment