Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan tahun 1977 ini mengatakan jika nyeri punggung setidaknya dialami 80% orang didunia, salah satu penyebabnya adalah herniated nucleus pulposus (HNP) atau yang dikenal masyarakat sebagai saraf terjepit. “Dengan teknologi minimally invasive spinal surgery kondisi ini dapat diatasi,” jelas dr. Heri Aminuddin, SpBS(K).

    Pria kelahiran 7 Oktober 1951 ini, menamatkan program pendidikan dokter spesialis bedah saraf di Univeritas Indonesia, pada tahun 1989. Banyak sekali kasus tulang belakang yang sudah ia hadapi. Ia berpesan kepada masyarakat terutama penderita nyeri tulang belakang, “Tak perlu khawatir dari 10 penderita nyeri tulang belakang, hanya satu yang membutuhkan perawatan medis optimal seperti pembedahan baik dengan operasi terbuka maupun dengan teknologi minimally invasive spine surgery (MISS).