Percutaneous vertebroplasty merupakan teknik penyuntikan suatu semen tulang acrylic (polymethylmethacrylate; PMMA). Suntikan menuju bagian tulang belakang menggunakan jarum trokar yang bertujuan mengurangi rasa sakit. Ia juga dapat menjaga kestabilan tulang belakang, dan mengembalikan postur tubuh.

Menurut Dr. Ibnu Benhadi SpBS, percutaneous vertebroplasty diindikasikan pada kasus patah tulang belakang mengakibatkan nyeri dan kecacatan. Percutaneous vertebroplasty dapat mengurangi nyeri tidak hanya pada pasien dengan patah tulang belakang yang disebabkan oleh osteoporosis, namun juga pada pasien patah tulang belakang akibat hemagioma (tumor jinak pembuluh darah), dan patah tulang patologis akibat tumor tulang belakang. Penelitian menunjukkan bahwa percutaneous vertebroplasty dapat mengurangi nyeri yang diakibatkan oleh patah tulang belakang dan hemangioma.

Lima hari pasca operasi pasien dapat mulai berlatih berjalan. Tujuannya adalah untuk mencegah berkurangnya kekuatan otot dan mencegah pengeroposan tulang akibat istirahat yang terlalu lama. Teknik ini memiliki angka keberhasilan terapi hingga 95%.