Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) atau dikenal awam sebagai teknologi laser PLDD dapat mengobati masalah saraf kejepit. Teknologi laser telah banyak digunakan dalam dunia kedokteran, termasuk digunakan untuk mengatasi masalah saraf terjepit akibat penonjolan bantalan sendi tulang belakang, atau dikenal sebagai laser disektomi. “Sebagai teknologi minimally invasive, laser disektomi dapat dilakukan secara rawat jalan. Keunggulan lainnya, pasien terbebas dari sindrom nyeri paska operasi, lebih hemat biaya, angka keberhasilan tinggi,” ujar dr. Mahdian Nur Nasution SpBS.

Mahdian menjamin keamanan penggunaan laser untuk mengatasi masalah saraf terjepit karena herniasi bantalan sendi tulang belakang sudah diakui secara luas. Prosedur ini bahkan sudah dilakukan di banyak negara dengan total pasien yang ditangani mencapai lebih dari 80 ribu orang.

Laser PLDD dilakukan hanya melalui bius lokal, dengan bantuan computed tomographic (CT) dan panduan fluoroskopi. Oleh dokter spesialis bedah saraf, sebuah jarum berukuran 1 mm, dimasukan hingga menuju bantalan sendi yang mengalami herniasi. Setelah jarum tepat masuk di pusat dari bantalan sendi, serat optik laser dimasukan melalui lubang jarum menuju bantalan sendi. Laser tersebut kemudian membakar inti bantalan sendi tulang belakang sehingga volume bantalan sendi berkurang. Dengan berkurangnya volume bantalan sendi ini. Herniasi atau penonjolan yang menekan saraf atau memenuhi rongga tulang belakang, kembali menjadi normal.

Laser PLDD Aman untuk Pasien HNP

“Rasa nyeri saat berjalan, kebas, kesemutan saat bangun dari tidur atau duduk yang selama ini dikeluhkan pasien akan hilang. Setelah tindakan dilakukan,” ungkap Dr. Mahdian.

Tindakan laser disektomi/ PLDD dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan pada jaringan sekitar, baik otot, ligamen maupun struktur tulang belakang. Dalam literatur, tidak disebutkan berapa besar panjang gelombang laser yang digunakan untuk memanaskan bantalan sendi tulang belakang. Sehingga mencair/ menguap dan keluar dari lubang pengeluaran alat endoskopi. Penguapan atau pencairan bantalan sendi ini, diharapkan mampu mengurangi volume bantalan sendi. Serta menghilangkan penekanan saraf tulang belakang yang menyebakan terjadinya nyeri, inflamasi pada saraf sekitar.

Menurut Mahdian, perubahan kecil volume inti atau tengah bantalan sendi tulang belakang akan mengembalikan benjolan batalan sendi masuk kembali sehingga tampak seperti normal. Dari beberapa penelitian yang dilakukan tingkat efektivitas penggunaan laser untuk mengatasi masalah saraf terjepit sangat bervariasi. Antara 78 – 85 persen jika dilihat dari gejala yang dirasakan pasien, dengan follow-up rata-rata 17-26 bulan pasca tindakan.

“Sebuah review yang dilakukan oleh Gibson dan kawan-kawan dari beberapa literatur di Cochrane dikatakan bahwa, PLDD memiliki tingkat keberhasilan yang sama dengan teknik operasi terbuka atau laminektomi, dalam mengatasi masalah saraf terjepit. Namun PLDD memiliki lebih banyak keunggulan seperti luka sayatan yang minimal, penyembuhan pasca tindakan yang lebih cepat, komplikasi minimal, dengan harga yang relatif lebih murah,” tutupnya.