Laminektomi atau pembedahan masih menjadi jalan terbaik yang dapat dilakukan untuk mengatasi stenosis tulang belakang. Pembedahan sebaiknya dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman dengan tujuan mengurangi risiko yang mungkin terjadi. Beberapa metode operasi dapat dilakukan dokter, diantaranya;

Laminectomy

Laminectomy atau laminektomi. Prosedur bedah ini dilakukan untuk menghilangkan sebagian tulang belakang atau yang dikenal dengan tulang lamina. Laminektomi oleh dokter kadang disebut sebagai prosedur dekompresi karena tujuannya untuk menciptakan ruang lebih besar pada saraf-saraf tulang belakang yang tadinya tertekan oleh adanya stenosis. Pada beberapa kasus dokter mungkin akan menghubungkan ruans-ruas tulang belakang menjadi satu kesatuan setelah prosedur laminektomi dilakukan dengan bantuan logam keras atau cangkok tulang (spinal fusion) dengan tujuan mempertahankan kekuatan tulang belakang.

Indikasi Laminektomi

Laminektomi dilakukan untuk mengatasi stenosis spinal atau penyempitan saluran tulang belakang. Stenosis spinal dapat diakibatkan oleh berbagai penyakit, seperti:

  1. Penipisan bantalan dan pengapuran tulang akibat penuaan.
  2. Kelainan bentuk tulang belakang secara bawaan.
  3. Tumor pada tulang belakang.
  4. Cedera pada tulang belakang.
  5. Bantalan tulang belakang yang mengalami penonjolan atau herniasi.
  6. Peradangan sendi tulang belakang (artritis).
  7. Penyakit Paget pada tulang belakang yang mengakibatkan tulang tumbuh tidak normal.
  8. Achondroplasia, yaitu salah satu jenis penyakit akibat dwarfisme.

Laminotomi

Berbeda dengan laminektomi, laminotomi hanya membuat lubang pada tulang lamania tertentu, untuk membebaskan tekanan saraf yang dialami pasien. Gejala stenosis spinal yang umumnya muncul pada penderitanya, antara lain adalah:

  1. Nyeri atau kaku di salah satu tungkai atau keduanya.
  2. Nyeri di daerah bahu.
  3. Sulit mengontrol buang air kecil atau buang air besar.
  4. Merasa lemah dan berat di daerah tungkai atau bokong.
  5. Gejala-gejala tersebut terasa lebih parah ketika berdiri atau berjalan.

Laminoplasti

Prosedur ini dilakukan hanya pada ruas tulang cervikal susunan tulang belakang. Dengan cara memperbesar ruangan antara rongga tulang belakang, dengan cara membuat engsel pada tulang lamina, dengan bantuan logam khusus.

Sebelum menjalani laminektomi, pasien dianjurkan untuk berdiskusi dengan dokter bedah saraf, terkait dengan obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan alergi yang diderita. Bila sedang hamil atau telat haid, beritahukan kepada dokter.

Jika pasien adalah perokok, dokter akan memintanya untuk berhenti merokok sebelum menjalani laminektomi. Selain itu, jika pasien sedang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin, dokter akan meminta konsumsi obat tersebut dihentikan. Pasien juga akan diminta untuk berpuasa beberapa jam sebelum menjalani operasi.